Status Pertumbuhan Balita

Image

STATUS PERTUMBUHAN BALITA

Pengertian

   Status Pertumbuhan Balita adalah kondisi Balita yang membandingkan berat badan  Balita pada saat dilakukan penimbangan dengan hasil penimbangan bulan sebelumnya.

   Kenaikan Batas minimal (KBM) adalah kenaikan Berat Badan Balita minimal yang sesuai dengan grafik pertumbuhan KMS.

Kategori

    Status pertumbuhan Balita dibedakan dalam beberapa kategori , yaitu:

  1. Tidak Naik (T):
    1. Hasil selisih lebih timbangan Balita , kurang dari KBM .
    2. Hasil timbangan Balita kurang dari berat badan bulan lalu.
    3. Hasil timbangan Balita sama dengan berat badan bulan lalu.
  2. Naik (N)

   Hasil timbangan Balita sama atau melebihi KBM.

                Contoh katagori status pertumbuhan balita dijelaskan pada gambar berikut:

status pertumbuhan balita

 

Permasalahan

   Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi administrasi di  8 Posyandu  Puskesmas II Sokaraja yang dilaksanakan pada tanggal 7 – 17 oktober 2017  ditemukan bahwa semua pencatatan dalam katagori Naik (N) tidak sesuai dengan katagori yang seharusnya. Pemahaman Kader adalah setiap kenaikan Berat Badan Balita tanpa ketentuan dikatagorikan kedalam Naik(N).

   Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  1. Pada saat pelatihan kader di Puskesmas , materi tersebut belum disampaikan.
  2. Kader tidak memahami detail materi.
  3. Tidak semua tenaga kesehatan memahami materi.
  4. Pembinaan yang kurang optimal terhadap tenaga kesehatan Puskesmas yang terkait dari Programer Dinas Kesehatan.
  5. Persepsi yang kurang tepat terhadap keberhasilan program penimbangan bahwa semakin banyak yang naik berat badan Balita mutlak semakin baik program penimbangan atau Posyandu, sehingga mengabaikan ketentuan-ketentuan dalam pencatatan.

Risiko

   Apabila permasalahan ini selalu terjadi dan dalam cakupan Kabupaten atau yang lebih luas lagi, maka risiko yang mungkin terjadi adalah kesalahan interpretasi terhadap informasi hasil penimbangan Posyandu.

  Kategori Naik(N) digunakan untuk variabel yang menggambarkan keberhasilan program apabila dibandingkan dengan Kehadiran Balita di Posyandu (D) atau N/D. Informasi hasil kegiatan yang salah berpengaruh terhadap ketepatan Intervensi Program. Intervensi yang tidak akurat tidak dapat menyelesaikan permasalahan program secara optimal atau dengan kata lain terjadi pemborosan sumber daya baik dana, waktu maupun personal dalam upaya menyelesaikan permasalahan program.

Solusi

   Untuk mengurangi risiko tersebut perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Materi pelatihan Kader di Puskesmas memuat tentang Status Pertumbuhan Balita secara mendetail.
  2. Setiap petugas kesehatan Puskesmas yang mengelola Program Posyandu harus memahami materi pelatihan kader termasuk tentang Status Pertumbuhan Balita.
  3. Petugas Kesehatan Puskesmas memonitor secara kontinyu proses dan hasil pencatatan Posyandu yang dilakukan oleh Kader.
  4. Programer Dinas Kesehatan yang terkait melakukan supervisi terhadap Petugas Kesehatan Puskesmas yang mengelola data Status Pertumbuhan Balita.
  5. Petugas Kesehatan di Puskesmas maupun Dinas Kesehatan perlu sosialisasi pentingnya akurasi data kaitannya dengan ketepatan intervensi program kepada Kader, PKK diberbagai level dan pihak yang terkait dengan kegiatan Posyandu.

   Demikian sedikit ulasan tentang Status Pertumbuhan Balita, semoga bermanfaat.

                                                                                                                                                                           Penulis,                 

Kepala Puskesmas II Sokaraja

WAHYANTO, SKM.M.Kes.

.

Komentar